Sekuntum Bunga di Suatu Senja



“Sekuntum bunga indah tumbuh dihatiku
saat pertama cahaya menyinari nurani
Akankah bunga itu tumbuh subur wangi dan meriakan warna bahagia
Ku tak tahu apakah hari ini cahaya mentari menyinari
Ku tak tahu lagi haruskah aku terus menanti
Menanti mentari … nurani

Bunga itu memang masih tumbuh di hati ini
Tapi tak sesegar bila cahya datang menghampiri
Atau angin kata – kata menyapa dengan indah
Tentu akan bahagia warna – warni suka
Oh, Tuhanku terbitkanlah cahaya hati agar bunga itu selalu tumbuh abadi
Walau hujan menyirami, walau malam mengelami
ia ‘kan selalu menanti cahaya mentari

Selalukah ia tumbuh semua itu tergantung mentari, tergantung waktu
Tapi ia’kan selalu menghujamkan akarnya, menadahkan daunnya
Berdoa, berdoa
Apakah engkau mentari tak pernah merasai getar rindu sang bunga menanti cahya tiba
Apakah engkau mentari tak pernah merindui segar warna sang bunga bermandikan cahaya … bahagia.”

-Senandung puisi Enrustir-

Iklan

Perihal bhubhu
...sedang berlari mengejar bus...

2 Responses to Sekuntum Bunga di Suatu Senja

  1. Abdulloh says:

    subhanallah, ad yg lainnya ga nih…

  2. abdurrahman alfakhriy says:

    sungguh indah sekali puisi ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: