FiQih Cinta (Bagian 1)


Cinta, Apa itu?
“Aku jatuh cinta!”
Betulkah? tanyakan pada hatimu jika engkau jatuh cinta, apakah cinta itu? Tanyalah mereka yang sedang mengaku jatuh cinta, apakah cinta itu?

Cinta adalah misteri manusia. Tak ada pelajaran cinta di sekolahmu. Tapi cinta menjatuhkan raja dari singgasananya, membuat sakit jiwa orang yang dirundungnya. Tapi cinta pula yang membawa orang kepada istana, meninggikan ruh hamba Tuhannya ke surga yang tertinggi.

Ibnu Qoyyim, seorang ulama pemerhati masalah cinta, mengungkapkan makna cinta dari sisi bahasa, “Cinta dapat dirumuskan dengan memperhatikan turunan kata cinta, mahabbah, dalam bahasa arab. Mahabbah berasal dari kata hubb. Ada 5 makna untuk akar kata hubb. Pertama, ash – shafa  wa al -bayadh, putih bersih. Bagian gigi yang putih bersih disebut habbah al-asnan. Kedua, al-‘uluww wa azh-zhuhur, tinggi dan kelihatan. Bagian tertinggi dari air hujan yang deras disebut habab al-ma’i. Puncak gelas atau cawan disebut habbab juga. Ketiga, al-luzum wa ats-tsubut, terus menerus dan konsisten. Unta yang menelungkup dan tidak bangkit – bangkit dikatakan habb-al-ba’ir. Keempat, lubb, inti atau saripati sesuatu. Biji disebut habbah, karena itulah benih, asal, dan inti tanaman. Jantung hati, kekasih, orang yang tercinta disebut habbat al-qalb. Kelima, al-hifzh wa al-imsak, menjaga dan menahan. Wadah untuk menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut hibb al-ma’i

Kenyataannya, dari sisi bahasa, kata dasar cinta dalam bahasa Arab begitu bernuansa. Bagaimana makna praktis cinta? Beberapa orang memaknai cinta dengan melihat latar belakang munculnya cinta tersebut, konsekuensi, tanda – tanda, hal – hal yang mencuatkan eksistensi cinta, buah atau hasil cinta, serta hukum – hukum yang terkait dengan cinta. Walau demikian, ada juga definisi cinta yang bisa dimaklumi. Beberapa makna cinta itu adalah :

  • Kecenderungan seluruh hati yang terus menerus (kepada yang dicintai)
  • Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya
  • Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan orang yang dicintai dari pada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya, baik sembunyi – sembunyi maupun terang – terangan, kemudian merasa bahwa cintanya itu masih kurang.
  • Pengumbaran hati karena mencari yang dicintai, sementara lisan senantiasa menyebut – nyebut namanya.
  • Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.

Yang manakah yang sesuai dengan cinta – cinta yang ada dalam hatimu?

Cinta memang merupakan olahan rasa dalam qalbu jiwa, memuat selaksa rasa, suasana, keterikatan, membaur dalam nuansa rasa yang tak terkata, hanya dapat dirasa, namun sulut terungkap dengan kata – kata.

Imam Ibnul Qoyyim rahimullah mengatakan, tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Makna cinta tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Iklan

Perihal bhubhu
...sedang berlari mengejar bus...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: