FiQih Cinta (bagian 2)


Dua Cinta

Kau tak akan dapat memahami cinta, kecuali mengetahui klasifikasi cinta. Berdasar sumber munculnya, cinta ada dua. Pertama, cinta yang bersifat fithri jibili atau bawaan naluri, yang sudah Alloh ciptakan secara alami pada jiwa manusia. Kedua, cinta yang bersifat sababi kasbi, yakni yang muncul karena diusahakan dan dimunculkan lewat proses  yang dilakukan oleh manusia yang terlingkupi cinta tersebut. Cinta fithri jibili tak menyebabkan engkau dicela. Sebab, Alloh telah menciptakannya seperti itu sebagai fitrah pada dirimu. Contohnya adalah cinta seseorang kepada makanan tertentu, anak, istri atau sahabat.

Adapun cinta sababi kasbi adalah cinta yang muncul karena adanya kehendak orang yang memiliki cinta tersebut. Akibatnya, Alloh akan menghisab orang itu kalau gara – gara cinta itu ia berpaling dari hal – hal yang diridhai Alloh. Cinta yang bersifat fithrah maupun cinta yang tumbuh karena diusahakan harus dimunculkan dalam hidup manusia secara proporsional. Jika kedua wujud cinta itu dimunculkan sesuai takarannya dan mengikuti aturan Yang Menciptakan Cinta itu, pasti yang muncul adalah kemaslahatan bagi masing – masing pencinta, siapa pun dia, dan apa pum yang menjadi objek cintanya.

 

 

Cinta dan Alloh

Cinta kepada Alloh Cinta kepada Alloh adalah sumber segala wujud cinta sejati. Sebab, cinta kepada Alloh merupakan cinta kepada sumber segala cinta, cinta kepada sumber keabadian cinta, cinta kepada Pencipta dari cinta itu sendiri. Sehingga, cinta yang paling sejati itu, dapat mengangkat bukan saja harkat Pencipta-Nya, tapi juga derajat amal perbuatan si pencinta itu sendiri. Mencintai Alloh merupakan kewajiban iman yang teragung. Ia adalah pondasi setiap amal keimanan dan penerapan ajaran agama. Semua amal keimanan dan penerapan ajaran din berasal dari cinta yang terpuji. Sumber cinta yang terpuji adalah cinta Alloh. Amal yang bersumber dari selain cinta Alloh tak akan menjadi amal shalih.

 

 

Cinta Sesuatu Karena Alloh

Inilah rasa mencintai segala sesuatu yang menjadi konsekuensi cinta kepada Alloh, tanpa cinta ini, seorang hamba tidak dikatakan mencintai Alloh. Cinta yang ini juga wajib hukumnya. Celupan cinta ini juga celupan iman yang murni. Contoh dari cinta ini adalah mencintai Rasulullah dan orang – orang yang beriman.

Cinta Sesuatu di Jalan Alloh

Cinta yang ini dapat bermula dari cinta yang bersifat fitrah. Tapi tidak cukup berhenti disitu saja. Cinta ini menggiring pencinta kepada kebaikan dan ketaatan kepada Alloh SWT. Seperti mencintai suami atau istri, teman, atau apa pun di jalan Alloh. Yang seperti ini hukumnya wajib. Namun, jika cinta itu justru menjerumuskan kepada yang haram, Cinta ini tidak disebut sebagai di jalan Alloh, dan hukumnya menjadi haram.

Cinta Sesuatu Bersamaan dengan Cinta Kepada Alloh

Maksudnya adalah cinta kepada selain Alloh disamping cinta kepada-Nya, sebagaimana cintanya kepada Alloh. Ini juga bisa bermula dari cintaFitri Jibili, seperti cinta kepada orang tua, kepada suami atau istri. Saat cinta ini mencapai tingkat sebagaimana cinta kepada Alloh, maka inilah yang disebut cinta kepada yang lain bersamaan cinta kepada Alloh. Yang ini hukumnya haram. Misal cinta orang musyrik dimana mereka mencintai Alloh namun juga mencintai sesembahan mereka sebagaimana mencintai Alloh. Saat sholat mereka begitu mencintai Alloh, saat mereka meminta – minta penghuni kubur mereka pun mencintai berhala mereka tersebut.

 

Salahkah Aku Jatuh Cinta?

Dia muncul dengan pesonanya. Kala hati sedang hampa. Kala usia sudah sampai waktu tuk mengenalnya. Aku jatuh cinta. Adakah ku berdosa? Saat di awal hidupnya, cinta ayah dan ibu adalah anugerah terindah bagi kita semua. Kita tak mengenalnya dengan kata “cinta” namun kita merasakannnya sampai akhir hayat kita. Saat – saat remaja dan dewasa awal adalah saat – saat mengenal cinta lain yang begitu rentan untuk disusupi setan. Gadis bertemu jejaka. Pandang mata melahirkan suka. Pertemuan demi pertemuan melahirkan cinta. Adakah dosa dalam jatuh cinta?

“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa yang diingini, yaitu wanita – wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Alloh – lah tempat kembali yang baik.” (Ali Imran:14)

 

Cinta kepada lawan jenis adalah fitrah setiap manusia. Perasaan ini tidak bisa kita tolak bagaimanapun juga. Cinta yang ini termasuk cinta Fithri Jibili.

Abu Muhammad bin Hazm berkata, ” Ada seorang laki – laki berkata kepada Amirul Mukminin, Umar bin Al-Khathab, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya saya melihat seorang wanita lalu saya sangat cinta kepadanya.” Umar berkata, “Itu adalah sesuatu yang tak bisa dibendung.”Cinta kepada si dia adalah wajar. Namun, ia adalah pisau bermata dua.

 

Cinta naluriah kepada lawan jenis dapat menjadi ibadah jika ia dijalani sesuai dengan aturan syariat. Ia juga dapat menuai dosa jika diumbar diluar syariat. Pernikahan adalah jalan indah menjalani cinta naluriah. Sebelum engkau mampu menjalaninya, tak ada jalan lain kecuali dengan menjaga hati dan pergaulan. Hal itu terangkai dalam menahan pandangan dari lain jenis, tidak berdua – duaan dengan lain jenis di tempat yang sepi, tidak bercampur baur dengan mereka yang lain jenis, serta berpuasa. Tentu saja, engkau kudu sibuk beribadah dan menuntut ilmu syar’i. Dengan menahan diri sebelum waktunya, semoga proses cinta naluriah kita senantiasa terbimbing syari’at, bernilai ibadah, tuk mencapai surga nan indah. Amin.

 

Membicarakan cinta tak ada habisnya. Ia adalah hiasan manusia selama mereka ada. Ia adalah misteri yang dicari. Adalah kebutuhan kita mengembala cinta dengan syari’at-Nya. Tentunya langkah pengembalaan cinta kita dengan syariat-Nya masih akan berlanjut.

 

Iklan

Perihal bhubhu
...sedang berlari mengejar bus...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: