Bukhori

’Mimpi’. Kata inilah yang mungkin hanya dijadikan selingan dalam kehidupan sehari – hari. Seakan – akan mimpi hanya ditafsirkan peneman tidur yang bisa memberikan kebahagiaan dan ketakutan yang mengerikan. Banyak orang berkata bahwa tadi malam saat tidur ia bermimpi sangat lucu sekali. Tetapi, ketika Ia akan menceritakan mimpinya kepada orang lain. Tiba – tiba ia mendadak hilang ingatan tentang cerita mimpinya. Bahkan, ia ingat bahwa semalam ia bermimpi. Tetapi, ia tidak tahu tentang mimpinya tersebut.

Mimpi yang sebenarnya adalah bayangan dan khayalan manusia yang akan dijadikan dasar serta acuan untuk membangun hidupnya. Dari mimpi manusia berusaha menciptakan sesuatu baru yang belum pernah ada dan belum pernah diciptakan. Dari mimpi manusia menjadi termotivasi untuk mewujudkan khayalannya yang terkadang tidak masuk akal. Seorang pemimpi bisa menjadi orang yang tidak waras dihadapan orang disekitarnya, karena proses yang ia lakukan terbilang unik. Dari mimpi manusia menggambar skenario hidupnya sendiri dan merencanakan perbuatan dan hal – hal yang akan dilakukan untuk mewujudkan tujuannya.

Semua tujuan akan bisa dicapai apabila mimpinya jelas dan kuat tidak seperti mimpi dalam tidur. Konsisten terhadap mimpi dan tidak mudah terombang – ambing dengan mimpi orang lain. Mimpi adalah hal yang perlu untuk diperjuangkan. Karena, marajut mimpi tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan proses yang terkadang tidak lama dan membutuhkan banyak pengorbanan.

Graphic2Abdul Latif Hassan adalah mimpi dan doa dari seorang Bukhori. undefinedAda dua macam manusia di dunia ini. Yaitu manusia yang berguna dan manusia yang tidak berguna. Itu semua disadari maupun tidak disadari adalah sebuah pilihan yang harus dipilih. Manusia yang berguna adalah manusia yang kehidupannnya bisa berguna untuk orang lain. Mencurahkan kemampuan dan hal yang dimilikinya tidak untuk dirinya sendiri. Dari Abdul Latif Hassan yang berarti hamba Allah yang lemah lembut dan baik hati merupakan sebuah arahan untuk menjadi makhluk metakosmos. Makhluk metakosmos belum tentu kiai, seniman, seorang politikus, atau seorang filosof. Mungkin, ia seorang manusia yang bahkan tak masuk hitungan jika dipandang dari segi lahiriyah berupa pangkat, martabat dan kedudukan dan kekayaan hartanya. Makhluk metakosmos adalah manusia yang berakal sehat yang cara berpikirnya kreatif dan terarah (tidak ngawur). Oleh karena itu, makhluk metakosmos merupakan manusia bijaksana, arif, lebar ilmunya, dalam rasa keharuannya, tidak egoistik dan kokoh imannya. Ia bukanlah manusia biasa yang berstatus tinggi secara lahiriyah didalam masyarakatnya bahkan ia bukan sekedar manusia populer yang dipuja masyarakatnya karena keberhasilan profesi dan karirnya. Makhluk matakosmos bukanlah jenis makhluk yang sok pamer, apakah pamer ilmu, kekuatan, atau kejayaan. Ia adalah semacam manusia berilmu pada, semakin bertambah ilmu semakin merunduk; semakin bijaksana semakin tepa selira. Oleh sebab itu tidak ada sikap sombong dan takabur pada dirinya karena kesadarannya yang begitu besar bahwa dihadapan Allah ’azza wajalla ia sekedar makhluk yang super kecil dan bodoh, baik tidak punya daya maupun kekuatan. Oleh sebab itu, makhluk metakosmos benar – benar menyadari bahwa ia sekedar hamba Allah yang gerak fisiknya terbatas juga gerak qolbu dan pikirannya dibatasi oleh tuntunan lurus yang justru akan menyelamatkan dan membahagiakan dirinya dan orang lain.

Manusia yang baik adalah manusia yang tidak saling merugikan diantara sesamanya. Dan manusia harus berpikir bijak dan terarah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan dan cita – citakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: